Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
11 Feb 2016   07:16:57 pm
KERIS TANGGUH KAJORAN....
Tangguh - The Javanese system of blade classification which uses stylistic and material characteristics to place a blade in a historical or geographic context.


Foto: Bambang Kapdono

Jika kita mendefinisikan tangguh, kita akan menjumpai pula interpretasi seni tangguh yang ditangkap oleh orang Barat. Seni tangguh atau menentukan era/jaman pembuatan, agaknya memang tidak hanya meliputi pengamatan (niteni) pada gaya, cengkok, rincikan, sogokan dan posisi rincikan, bentuk rincikan, condong leleh, bentuk keris, bahkan bahan besi dan pamornya.

Setiap tangguh keris memang selalu senada dengan keris-keris dari masing-masing kerajaannya (menjadi penentu era/jaman), tetapi rupanya seni tangguh juga merupakan trade-mark dari sebuah karya (yasan) dari suatu wangsa atau dinasti atau keluarga besar yang berpengaruh pada waktu itu.....

Misalnya ada tangguh Koripan karena ada sebuah dinasti (jaman Kartasura) yang mengangkat empu Jirak untuk membuat senjata disana. Kemudian juga perkerisan di Jawa mengenal istilah Tamanan, Riyokusuman (Jogya), Mangkubumen (Surakarta) dll. Jadi seni tangguh untuk periodisasi keris sepuh memang sangat kompleks dan bisa menjadi kesenangan tersendiri....

Lalu karena ada yang menggelitik saya tentang keris Kajoran (melanjutkan diskusi di Facebook - Bambang Kapdono), maka saya mencoba mencari jawaban, namun memang hanya kawruh tutur yang saya temukan (boleh dipercaya atau tidak) ... karena keris tangguh Kajoran memang tidak ada referensi atau notasi yang benar-benar menjelaskan ansich berkait pada kerisnya.....

Menurut KPH. Poerwohadi Soemodiningrat, .....di daerah Wedi - Klaten letaknya di Ds. Kajoran ada Makam Panembahan Romo disitulah peristirahatan Panembahan Agung dan Panembahan Romo yakni Panembahan Kajoran yang memiliki panggilan Rama (guru Islam Kejawen).

Pangeran atau Panembahan Kajoran ini merupakan putra dari Panembahan Agung yang memiliki silsilah dari Sunan Bayat yang disegani oleh raja dan bangsawan di Keraton Demak, Pajang, dan Mataram Islam. Lingkup keluarga ini menjadi wangsa yang kuat dan terpandang.

Panembahan Kajoran memelihara seorang empu (narasumber saya lupa, nanti menyusul) yang membuat senjata untuk perlengkapan Trunodjojo (Panembahan Maduretno).....

Dilingkungan wilayah dekat makam ini ada Sendang yang keramat, dahulu kala setiap pemuda yang ingin sakti, melakukan kungkum dan ritual selama 40 hari, dipastikan jadi kebal senjata.... dan ini bisa dibuktikan sampai sekarang. Sendang ini pula konon jaman dahulu dipergunakan untuk ritual nyepuh keris....

Siapa Trunodjojo?

Trunodjojo merupakan menantu Panembahan Kajoran..... Trunojoyo adalah seorang bangsawan Madura yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram.

Bagaimana dengan keris tangguh Kajoran?

Keris Kajoran menurut KPH. Poerwohadi Soemodiningrat, biasanya Corok (kebalikan asumsi saya pendek, karena seingat saya dulu ada yang menyatakan seperti Majapahit), tetapi memang posisi Sekarkacang, jalen lambe gajah seperti sorsoran keris Majapahit. Besinya dan uletan pamornya mirip tangguh Pajang, kemungkinan karena bahan pasirnya bersumber berdekatan dengan pasir besi untuk keris Pajang.....

Nah kalau dikaitkan dengan keris tangguh Kajoran yang dimaksud, rupanya foto keris diatas mendekati keris tangguh Kajoran.

Nah.... monggo, jika ingin diperdalam lagi...perlu survey atau ingin ritual di Makam Kajoran dan mandi di Sendangnya....hehehe...

Saya siap mengantar bersama KPH Poerwohadi Soemodiningrat....

Salam Budaya.

Sumber :
Tutur lisan KPH. Poerwohadi Soemodiningrat dan tulisan di website yang mengambil dari beberapa naskah....
Kitab Kuno Pangeran Kajoran 1677, Ranji Silsilah Pangeran Kajoran 1677, Serat Tjandrakanta karya Ngabehi Tjandrapradanta pujangga kraton solo 1926.
Category : Album | By : administrator

21 Jan 2016   11:45:51 am
MENGENANG SANG DEKORATOR - SOEGENG PRASETYO

Gerbang yang menakjubkan.... Pameran Memeriahkan Keris Bugis – di Bentara Budaya Jakarta.


Ir. Soegeng Prasetyo Sindhu (alm).

Kegiatan-kegiatan Pameran Keris selama ini selalu dikemas dengan baik oleh Komunitas Panji Nusantara. Baik dalam menggarap tema maupun misi ke depan untuk menghasilkan efek yang konstruktif. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan untuk pelestarian keris, selalu diboboti dengan pesan yang menarik.

Komunitas Panji Nusantara yang sangat loyalis ini memunculkan misi pelestariannya berupa pameran-pameran yang ditampilkan dengan apik, yang merupakan hasil kerja keras seorang dekorator, bernama Soegeng Prasetyo yang selalu aktif di komunitas perkerisan. Dirunut dari banyaknya pameran di Jakarta ini antara lain pameran Pengajuan Proposal UNESCO pada tahun 2004 di Museum Nasional, kemudian pameran bertajuk Keris Kamardikan Award 2008 di Bentara Budaya Jakarta, Keris for The World 2010 di Galeri Nasional Indonesia yang menampilkan patung kepala Gajah Mada, juga setting yang nyeni pada pameran Hulu Keris dan pameran Memeriahkan Keris Bugis, Soegeng Prasetyo telah menampilkan ide-idenya yang cemerlang, sering dengan gaya seni instalasi... seperti pula pada Festival keris Kamardikan Anugerah Hadiwidjojo dalam pameran Kebangkitan Kembali Kejayaan Keris Indonesia di Museum Nasional - Jakarta tahun 2012.

Karya-karya seni instalasi Soegeng Prasetyo telah membangkitkan semangat para loyalis lainnya sehingga pameran keris di daerah-daerah lain berusaha untuk efektif mengangkat misi dengan tajuknya yang menarik.

Soegeng Prasetyo telah mengubah mindset pameran keris yang biasanya disederhanakan ditata di dalam boks/vitrin/kotak kaca hanya oleh karena pertimbangan keamanan. Baginya kemasan pameran menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk tampil dengan tema dan visualisasi yang mengena.

Pameran-pameran yang disajikan oleh Soegeng Prasetyo selalu penuh inovasi, karya dekorasinya memang perlu di-apresiasi. Ide-ide Soegeng Prasetyo adalah selain menyesuaikan 'tema', perhatiannya terhadap bagaimana mengatur alur penonton, penyesuaian ruang dan memanfaatkan property yang telah ada (pemanfaatan apa adanya) menjadi suatu pijakan untuk berpikir kreatif. Selain itu, dedikasi dan loyalitas Soegeng Prasetyo pada dunia perkerisan yang dicintainya itu pula yang melahirkan karya-karyanya enak dinikmati...

Yakni karya seorang “art direktor”....alm. Soegeng Prasetyo.



Setting saat pameran Senjata Pusaka Bugis di Bentara Budaya Jakarta.


Setting Soegeng Prasetyo (alm) pada pameran peluncuran buku Pesona Hulu Keris di Bentara Budaya Jakarta.
Category : Album | By : administrator

15 Jan 2016   01:55:53 pm
KERIS BROJOGUNO


Sebuah tulisan atau kisah turun-temurun yang sudah mengakar dan memasyarakat adalah hal yang sudah mapan dan dianggap benar. Terkadang kita sebagai seorang yang ingin tahu hal sebenarnya menjadi tak menemukan kebenarannya.
Nah.... saya coba merenungkan tentang keris BROJOGUNO dalam perkerisan kita.

Keris BROJOGUNO secara umum diketahui oleh masyarakat sesuai dengan makna kata yaitu brojo = besi, guno = berguna. Kemudian dikenal keris yang bisa menembus besi - baju jirah - tameng dan kemudian oleh para pedagang keris didemonstrasikan dengan istilah tancap duit (koin). Koin ditusuk akan tembus....menancap.

Pada jaman Paku Buwana IV, putra raja Adipati Anom menciptakan keris yang sederhana, berwibawa dan didesain untuk perang.

Keris ini kemudian dilihat oleh ayahnya (sang Raja) .... membuat ayahnya terperanjat, kaget dan terkagum-kagum ... lalu diberi nama Kanjeng Kyahi Kaget. Dijadikan pusaka utama Kadipaten.

Setelah itu Adipati Anom mendapat gelar Mangkubumi dan tak lama kemudian naik tahta menjadi raja Paku Buwana V. Pangeran Mangkubumi meninggalkan jejak yaitu besalen yang terletak di Mangkubumen (Banjarsari - Solo). Besalen itu disebut besalen Mangkubumen dan keris-keris yang diciptakan sering disebut keris tangguh Mangkubumen. Lurah empu yang terkenal waktu itu adalah empu Tirtodongso.

Patron keris BROJOGUNO ini kemudian diputrani (dicopy beberapa bilah) khusus untuk mempersenjatai para Wira Tamtama (prajurit pilihan).... sekarang dikenal dengan keris BROJOGUNO.

Keris BROJOGUNO sangat sulit ditemui, karena selain dianggap memiliki kekuatan mistis yang tinggi, keris ini juga sangat indah, sehingga diburu kolektor. Jika pun ada, harga keris ini sudah mencapai ratusan juta.


Keris Brojoguno putran

Foto-foto keris yang saya tampilkan ini adalah keris BROJOGUNO yang bergelar Kanjeng Kyahi Pasowani (atas)...dan selanjutnya beberapa foto keris BROJOGUNO putran (duplikat) yang sekarang masih diminati oleh para kolektor karena BROJOGUNO yang betul-betul buatan jaman Paku Buwana IV - V .... sangat sulit didapat.

Salam Budaya.
Category : Album | By : administrator

 
Prev 1 2 3 4 ...31 32 33 Next
Nov 2016 December 2016 Jan 2017
S M T W T F S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Categories
Album[55]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[13]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
KERIS TERUS DISOSIALISASIKAN
ASTA JAYA - Ajang Silarurahmi Tosan Aji JAYA
KECELAKAAN SEJARAH kedua kalinya, Quo Vadis SNKI ???
Menjelang KONGRES SNKI Ke II.....
TEKA-TEKI MANGKUBUMEN DAN BROJOGUNO
Kyai Guntur Geni dan Keris Brojoguno
KERIS TANGGUH KAJORAN....
MENGENANG SANG DEKORATOR - SOEGENG PRASETYO
KERIS BROJOGUNO
RUH si RONGGENG MENYELINAP ke dalam DWISULA PADMA...
KERIS DALAM REFLEKSI
KERIS di MUSEUM WAYANG
Silaturahmi dan pemutaran Film TAFSIR KERIS
KERIS di MONUMEN NASIONAL
KAJIAN KERIS DALAM RESUME...
Archives
January 2013[5]
July 2011[2]
April 2011[7]
August 2010[9]
June 2010[9]
May 2010[11]
March 2010[11]
February 2010[11]
December 2009[6]
November 2009[16]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[99]
Search
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter