Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
18 Nov 2012   11:08:17 pm
WAYANG ........SUMMIT.
HADIRI ACARA PADAT PADA "WAYANG SUMMIT"
24 - 25 Nopember 2012
IKADA (Silang MONAS)
Jl. Medan Merdeka Selatan
Jakarta.










-
Category : Budaya | Posted By : administrator

17 Nov 2012   09:28:00 am
FESTIVAL KERIS KAMARDIKAN


DEWAN JURI
Dr. Budiarto Danujaya, MM.Mhum. (Ketua)
I Nyoman Gunarsa (Senirupa)
Marc Peeters (Kolektor)
Pujadi Soekarno (Kolektor Senior)
Wiradat (Kolektor Senior)
Purnomo (Museum Pusaka)
Jimmy S. Haryanto (Wartawan Senior Kompas)
Benny Hatmantoro (Kurator)
Ady Sulistyono (Tradisi - Pasopati)


TIGA BESAR


ANUGERAH HADIWIDJOJO PRAYOGO 1
Keris jalak “Sang Amurwa Bhumi”.
Empu Ki Tanjung Pusponagoro
Koleksi Raden Prasena Ajisaka – Malang.



ANUGERAH HADIWIDJOJO PRAYOGO 2
Keris “Kanjeng Kyahi Naga Waisaka”.
Empu Syaiful Bahri – Pande : mbah Mesdi
Koleksi Whisnu Wardana
Cakra Buana Keris – Balikpapan.



ANUGERAH HADIWIDJOJO PRAYOGO 3
Keris bergelar Ki Sad Guna
Keris Bali - Tantri Kamandaka Kamarogan
Empu Abdul Hadi, kolaborasi Farid - Herman
Perajin pendoq karya : I Made Pada - Taro Bali
Koleksi Dr. Kardi Sutedja, Sp U.
Museum Seni Neka – Gianyar, Bali.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Sepuluh besar

ANUGERAH HADIWIDJOJO SêKECO


1.
Kanjeng Kyahi Singa Yehuda
Ide dan Prakarsa Denan Tumbelaka
Visualisasi oleh M. Jamil - Sumenep
Koleksi Denan Tumbelaka – Jakarta



2.
Keris Dhapur Carito Keprabon
Karya Agus Pribadi
Warangka Daunan Karya Sis - Sumenep
Kinatah emas oleh Heri Keris
Koleksi Miswanto – Balikpapan



3.
Keris Kanjeng Kyahi Platuk Bawang
Karya : Toni Junus
Kolaborasi emas Warsito Supadmo
Koleksi Prajogo Soebroto – Pekanbaru, Sumatera.



4.
Keris Kyahi Komodo Sapto Buwana
Ide dan Prakarsa Rahadi Saptata Abra
Visualisasi oleh Habib - Madura
Hulu keris karya Gatot Kamidjo
Pendok karya Sriyanto - Imogiri
Warangka Suyamto Plompong - Solo
Koleksi Rahadi Saptata Abra – Jogyakarta



5.
Bethok Singa Kinatah Emas
Ide dan prakarsa oleh Frits Sindu
Visualisasi oleh Basiriansyah - Madura
Koleksi Frits Sindu – Jakarta



6.
Keris Naga Burung Hong Luk 7
Ide dan prakarsa oleh Frits Sindu
Visualisasi oleh Basiriansyah - Madura
Koleksi Frits Sindu – Jakarta



7.
Keris Bugis berdhapur Sepokal
Karya Abdul Rochim kolaborasi seniman Madura
Warangka Perak oleh Irwandi
Koleksi Rasjid Arifin – Jakarta



8.
Keris Bethok Kinatah Emas
Pamor Junjung Derajat Anyaman
Karya : M. Jamil
Koleksi : M. Jamil – Sumenep



9.
Keris Bali Singa Sineba Sungsang Luk 5
Karya KRT. Hartonodiningrat
Koleksi Wachid Hendriadi - Jakarta



10.
Keris berdhapur Laler Mengeng - gaya Cirebonan
Hulu Gading - Karya Mas Udi
Warangka karya Giarto
Koleksi Teguh Imam Santosa - Jogyakarta


- M. Suj.
Category : Budaya | Posted By : administrator

12 Jun 2012   09:07:12 am
PAMERAN AKBAR dan SILATURAHMI PERKERISAN





Kesenyawaan antara Keris dan Ketuhanan, Keris dan Seni, serta mitos-mitos yang ada telah memberi aksen yang kuat kepada Keris, sehingga UNESCO menyatakan dalam proklamasinya Keris ... is the oral and intangible heritage of humanity.
Keris merupakan kekayaan budaya yang mengandung berbagai filsafat, pengetahuan, adat istiadat, serta pemahaman perilaku masyarakat masa lalu. Oleh karena itu, Keris adalah situs pusaka yang bermuatan seni dan kosmologi, terkait pada ‘kosmologi Jawa/Nusantara’ yang harus dilestarikan. Dari tradisi panjang saat membuat keris yang selalu melibatkan pelbagai pengetahuan budaya dan religi, maka Keris menjadi benda yang penuh pesona spiritual. Situs-situs bersejarah, catatan-catatan dalam bentuk tembang serta tutur-tinular dari para pini sepuh telah mampu berada di tengah masyarakat menjadi narasumber yang tak punah dan selalu menyesuaikan secara kreatif menuju manusia berbudi luhur hingga pada masa kini.

Pameran ini berpijak bahwa... pada jaman Mataram Sultan Agung untuk kebutuhan menyerbu Batavia, telah terjadi kebangkitan kejayaan perkerisan, karena hampir seluruh tanah Mataram berlomba menciptakan keris... Ada catatan Sultan Agung Hanyokrokusuma mengadakan lomba yang diikuti oleh 800 empu. Kemudian hal ini terulang kembali pada jaman kejayaan Paku Buwana X yang menjadikan keris sebagai puncak karya seni adiluhung dan diperkenalkan kepada dunia internasional melalui cara-cara menyambut tamu mancanegara sebagai hadiah buah tangan dan dengan berbagai penyajian pertunjukan yang berhubungan dengan keris...seperti demonstrasi pembuatan keris hingga upacara Rampogan (membunuh macan dengan tombak). Kini Proklamasi UNESCO telah pula membangkitkan kalangan penggemar perkerisan dengan pameran-pameran, menciptakan keris-keris baru sebagai karya seni yang ekslusif kemudian keris telah menapaki menuju kejayaan kembali setelah dua dekade Mataram dan Paku Buwana X. Berkembangnya Perkerisan Nasional tentu akan menjadi bagian dari pertahanan Kebudayaan.


ACARA SEMINAR
‘Seminar padat’ 12 sesi yang akan diselenggarakan selama kegiatan Pameran 24 - 31 Oktober 2012 di Museum Nasional (Museum Gajah), Jl. Merdeka Barat 12. Jakarta.



Moderator: Tossy Santoso, Untung Ariyanto, Ady Sulistyono, Toni Junus, Jimmy S. Haryanto, MM. Hidayat, Whisnu Wardhana.


HADIR PADA RAPAT 7 Juli 2012 di SALERO JUMBO

Soegeng Prasetyo, Guntur Setyanto, Haryono Haryoguritno, Toni Junus, Buntje Harbunangin... berdiri Lia Kusumawardhani, David Mangku, Arie Arok, Abdul Fatah, Anton, Tossy Santosa..... panitia dari Museum Nasional tidak sempat berfoto bersama karena ada tugas lainnya...


SEKILAS TENTANG
KANJENG GUSTI PANEMBAHAN
HADIWIDJOJO MAHARSI TAMA

________________________________

KGP. Hadiwidjojo Maharsi Tama lahir pada hari Minggu Legi, jam 01.00 pagi tanggal 14 bulan Maulud tahun Jimakir 1818, Wuku Wukir atau tanggal 18 Nopember 1888, dengan nama Raden Mas (RM) Suhari. Kemudian sering dipanggil dengan nama kecil Gusti Raden Mas (GRM) Setiyajid.

KGP. Hadiwidjojo Maharsi Tama adalah putra dari Sampeyan-dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono Ingkang Minulya Saha Ingkang Wicaksono (IMSIW) Ingkang Jumeneng Kaping X (Paku Buwana X), putra yang ke 11, dari ibunya bernama Ray. Sitarukmi.

Seperti biasanya kepada para Pangeran, KGP. Hadiwidjojo mendapat pendidikan adat-istiadat, sopan santun, agama, kesusastraan, menari dan berbagai kesenian yang berkaitan dengan adat kuno, sampai pada lelaku tarak-brata (prihatin seperti pertapa), mengurangi makan, minum, tidur dan berpuasa, membava dan menulis, berguru pada hal-hal spiritual “nglakoni”. Semua itu juga dalam bimbingan dan pengawasan ayahnya, SISKS Paku Buwono IMSIW Kaping X.

KGP. Hadiwidjojo juga mendapatkan pendidikan modern, mulai sekolah Taman Kanak-kanak (Frobel) sampai mendapat ijasah dari Universitas Leiden bagian Indologie.

Pendidikan ala Timur-klasik dan Barat-modern, menyebabkan KGP. Hadiwidjojo menjadi satu satu-satunya Pangeran yang punya sikap progresif, disiplin dan memiliki wawasan yang luas.
Pendidikan Timur-klasik tetap kuat di ranah budaya yimur (Jawa) serta pengaruh wuku Wukir menjadikan KGP. Hadiwidjojo selalu mempunyai sikap ingin maju, inovatif dan kepeloporan serta pantang tertinggal.

Kembali dari luar negeri KGP. Hadiwidjojo tetap mengikuti tata-cara kraton, berkarya di organisasi keluarga kraton (Narpowandowo), berbakti dengan kerja nyata yang diperuntukan kemajuan keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Perhatiannya pada adat-istiadat, kebudayaan Jawa, bisa dilihat dari tulisan-tulisannya di majalah-majalah lokal maupun nasional. Ceramah-ceramah sering dilakukan di ndalem Ngadiwijayan. Karya-karyanya sangatlah banyak, sebagian merupakan Karya Ilmiah, sebagian pula makalah saat ceramah di RRI dan artikel majalah, sebagai contoh: “Gajah Mati”, majalah Java Institut, juga buku berjudul “Bali Sak Cleretan”, “Liman Seta Tata Jalma” jilid 1, 2, 3, terbitan Balai Pustaka, “Bedaya Ketawang”, ceramah-ceramah kebudayaan di: Taman Ismail Marzuki - Jakarta, Universitas Indonesia Jakarta, Museum, termasuk ceramah tentang Tosan Aji.

Pendidikan Barat-modern serta pengalaman-pengalamannya selama melanglang buana, menjadi bekal KGP. Hadiwidjojo sebagai seorang yang berperan dalam pergerakan politik Kemerdekaan, melalui perhimpunan-perhimpunan kebudayaan, serta membina dan mempersiapkan tunas-tunas muda bangsa.

Hingga usianya yang tua masih mengasuh lembaga pendidikan tinggi yang terkenal dengan Universitas Nasional Saraswati di Surakarta, berdiri tahun 1952. Universitas Nasional Saraswati merupakan cikal bakal berdirinya Universitas Negeri Sebelas Maret di Surakarta.

Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo Maharsi Tama juga sering tampil di mimbar Volksraad, sebagi wakil pemerintah dan rakyat Surakarta, diakhir hayatnya masih aktif dan menjabat Ketua Pahemanan Radhyapustaka Surakarta dan sebagai Ketua Yayasan Saraswati.


Bintang-bintang Penghargaan:

1. Bintang Sri Kabadio Tingkat I dari Keraton-dalem Surakarta Hadiningrat.
2. Bintang Sri Nugroho Tingkat I dari Keraton-dalem Surakarta Hadiningrat.
3. Medali Jumenengan 40 tahun SISKS Paku Buwono IMSIW Kaping X.
4. Piagam Pasar Malam Surakarta 200 tahun.
5. Pengukuhan Penghargaan Gelar “Maharsi Tama” dari Universitas Nasional Saraswati tahun 1975.
6. Penghargaan “Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo” tahun 1978 saking Keraton-dalem Surakarta Hadiningrat.
7. Bintang Satya Lencana Kebudayaan Republik Indonesia.
8. Bintang Satya Lencana Perikemanusiaan Republik Indonesia.
9. Bintang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.
10. Penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Perintis Pendirian Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) tahun 1976.
11. Satya Lencana saking Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1981.
12. Serta banyak bintang (penghargaan) dari Manca Negara, seperti dari: Nederland, Swedia, Itali, Tunisia, Siam, Kamboja, Cina, Chiang Kei Sek.

KGP. Hadiwidjojo Maharsi Tama meninggal pada hari Selasa Kliwon tanggal 2 Oktober 1979, dan dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Yogyakarta.



Hadiri debat bedah buku menggelitik dan peluncuran buku Tafsir Keris.

ABSTRAK
Keris, adalah benda budaya yang diwariskan nenek moyang kita berikut nilai pengetahuan dibalik kebendaannya. Antara lain tradisi, praktek-praktek sosial, ritual - spiritual sehubungan dengan penghayatan terhadap Tuhan yang dimanifestasikan pada alam semesta dan kehidupan. Melalui penelitian, riset dan penalaran, keris merupakan obyek kajian etnologi, semiologi, hermeneutica dan fenomenologi dari sisi pandang filsafat maupun antropologi modern. Studi pada penggejalaan masyarakat keris serta mistikisme yang ada, merupakan kajian ‘sosial psikologi’ dan sosiologi. Melalui kajian-kajian ini akan membuka gerbang lahirnya Kerisologi.

---
Category : Budaya | Posted By : administrator

 
1 2 3 Next
Jul 2014 August 2014 Sep 2014
S M T W T F S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31       
Categories
Album[47]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[13]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
GOTONG ROYONG JOKOWI
RUH si RONGGENG MENYELINAP ke dalam DWISULA PADMA...
KERIS DALAM REFLEKSI
KERIS di MUSEUM WAYANG
Silaturahmi dan pemutaran Film TAFSIR KERIS
KERIS di MONUMEN NASIONAL
KAJIAN KERIS DALAM RESUME...
JALAK SANGU TUMPENG, RESONANSI dan PATRAPNYA
LAWEYAN dan KERIS
Keris Sebagai Benda Investasi
KELUARNYA KERIS NAGASASRA-KIDANGMAS, ISYARAT UNTUK NEGARAWAN
Kris an Interpretation
MERIAHNYA HARI ULANG TAHUN SNKI VII
UNDANGAN HUT SEKRETARIAT NASIONAL KERIS INDONESIA
‘RUU Santet’ dan RUU Konyol
Archives
January 2013[3]
July 2011[2]
April 2011[7]
August 2010[9]
June 2010[10]
May 2010[11]
March 2010[10]
February 2010[9]
December 2009[6]
November 2009[12]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[91]
Search
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter