Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
21 Jan 2016   05:45:51 am
MENGENANG SANG DEKORATOR - SOEGENG PRASETYO

Gerbang yang menakjubkan.... Pameran Memeriahkan Keris Bugis – di Bentara Budaya Jakarta.


Ir. Soegeng Prasetyo Sindhu (alm).

Kegiatan-kegiatan Pameran Keris selama ini selalu dikemas dengan baik oleh Komunitas Panji Nusantara. Baik dalam menggarap tema maupun misi ke depan untuk menghasilkan efek yang konstruktif. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan untuk pelestarian keris, selalu diboboti dengan pesan yang menarik.

Komunitas Panji Nusantara yang sangat loyalis ini memunculkan misi pelestariannya berupa pameran-pameran yang ditampilkan dengan apik, yang merupakan hasil kerja keras seorang dekorator, bernama Soegeng Prasetyo yang selalu aktif di komunitas perkerisan. Dirunut dari banyaknya pameran di Jakarta ini antara lain pameran Pengajuan Proposal UNESCO pada tahun 2004 di Museum Nasional, kemudian pameran bertajuk Keris Kamardikan Award 2008 di Bentara Budaya Jakarta, Keris for The World 2010 di Galeri Nasional Indonesia yang menampilkan patung kepala Gajah Mada, juga setting yang nyeni pada pameran Hulu Keris dan pameran Memeriahkan Keris Bugis, Soegeng Prasetyo telah menampilkan ide-idenya yang cemerlang, sering dengan gaya seni instalasi... seperti pula pada Festival keris Kamardikan Anugerah Hadiwidjojo dalam pameran Kebangkitan Kembali Kejayaan Keris Indonesia di Museum Nasional - Jakarta tahun 2012.

Karya-karya seni instalasi Soegeng Prasetyo telah membangkitkan semangat para loyalis lainnya sehingga pameran keris di daerah-daerah lain berusaha untuk efektif mengangkat misi dengan tajuknya yang menarik.

Soegeng Prasetyo telah mengubah mindset pameran keris yang biasanya disederhanakan ditata di dalam boks/vitrin/kotak kaca hanya oleh karena pertimbangan keamanan. Baginya kemasan pameran menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk tampil dengan tema dan visualisasi yang mengena.

Pameran-pameran yang disajikan oleh Soegeng Prasetyo selalu penuh inovasi, karya dekorasinya memang perlu di-apresiasi. Ide-ide Soegeng Prasetyo adalah selain menyesuaikan 'tema', perhatiannya terhadap bagaimana mengatur alur penonton, penyesuaian ruang dan memanfaatkan property yang telah ada (pemanfaatan apa adanya) menjadi suatu pijakan untuk berpikir kreatif. Selain itu, dedikasi dan loyalitas Soegeng Prasetyo pada dunia perkerisan yang dicintainya itu pula yang melahirkan karya-karyanya enak dinikmati...

Yakni karya seorang “art direktor”....alm. Soegeng Prasetyo.



Setting saat pameran Senjata Pusaka Bugis di Bentara Budaya Jakarta.


Setting Soegeng Prasetyo (alm) pada pameran peluncuran buku Pesona Hulu Keris di Bentara Budaya Jakarta.
Category : Album | Posted By : administrator

15 Jan 2016   07:55:53 am
KERIS BROJOGUNO


Sebuah tulisan atau kisah turun-temurun yang sudah mengakar dan memasyarakat adalah hal yang sudah mapan dan dianggap benar. Terkadang kita sebagai seorang yang ingin tahu hal sebenarnya menjadi tak menemukan kebenarannya.
Nah.... saya coba merenungkan tentang keris BROJOGUNO dalam perkerisan kita.

Keris BROJOGUNO secara umum diketahui oleh masyarakat sesuai dengan makna kata yaitu brojo = besi, guno = berguna. Kemudian dikenal keris yang bisa menembus besi - baju jirah - tameng dan kemudian oleh para pedagang keris didemonstrasikan dengan istilah tancap duit (koin). Koin ditusuk akan tembus....menancap.

Pada jaman Paku Buwana IV, putra raja Adipati Anom menciptakan keris yang sederhana, berwibawa dan didesain untuk perang.

Keris ini kemudian dilihat oleh ayahnya (sang Raja) .... membuat ayahnya terperanjat, kaget dan terkagum-kagum ... lalu diberi nama Kanjeng Kyahi Kaget. Dijadikan pusaka utama Kadipaten.

Setelah itu Adipati Anom mendapat gelar Mangkubumi dan tak lama kemudian naik tahta menjadi raja Paku Buwana V. Pangeran Mangkubumi meninggalkan jejak yaitu besalen yang terletak di Mangkubumen (Banjarsari - Solo). Besalen itu disebut besalen Mangkubumen dan keris-keris yang diciptakan sering disebut keris tangguh Mangkubumen. Lurah empu yang terkenal waktu itu adalah empu Tirtodongso.

Patron keris BROJOGUNO ini kemudian diputrani (dicopy beberapa bilah) khusus untuk mempersenjatai para Wira Tamtama (prajurit pilihan).... sekarang dikenal dengan keris BROJOGUNO.

Keris BROJOGUNO sangat sulit ditemui, karena selain dianggap memiliki kekuatan mistis yang tinggi, keris ini juga sangat indah, sehingga diburu kolektor. Jika pun ada, harga keris ini sudah mencapai ratusan juta.


Keris Brojoguno putran

Foto-foto keris yang saya tampilkan ini adalah keris BROJOGUNO yang bergelar Kanjeng Kyahi Pasowani (atas)...dan selanjutnya beberapa foto keris BROJOGUNO putran (duplikat) yang sekarang masih diminati oleh para kolektor karena BROJOGUNO yang betul-betul buatan jaman Paku Buwana IV - V .... sangat sulit didapat.

Salam Budaya.
Category : Album | Posted By : administrator

05 May 2014   12:09:51 am
RUH si RONGGENG MENYELINAP ke dalam DWISULA PADMA...

Mungkinkah Ruh si Ronggeng menyelinap pada pusaka Dwisula Padma?


Tombak Dwisula Padma berupa tombak dwisula yang pada poros tengahnya ada relief padma (bunga teratai).

Kisahnya, pada awal tahun 1999, muncul sebilah tombak Dwisula Padma yang dibawa oleh salah seorang sesepuh silat yang berasal dari desa Parigi, Ciamis... untuk dimaharkan kepada orang di Jakarta.

Tombak ini menyimpan misteri yang susah terkuak oleh sebab minimnya notasi dan penemuan benda-benda arkeologis yang ditemukan di Jawa Barat.

Beberapa penggila pusaka sering mencoba untuk menjelajahi pengetahuan tentang pusaka di Jawa Barat... namun selalu menemukan kesulitan kecuali sedikit terang pada pusaka Kujang.

Tombak Dwisula Padma diperkirakan peninggalan jaman Hindu Buddha di Jawa Barat. Letak geografis penemuan di Ciamis sulit untuk dikaitkan dengan salah satu kerajaan. Wilayah Ciamis, seperti halnya Jawa Barat pada umumnya tidak banyak ditemukan candi-candi besar, kecuali prasasti kuno yang diperkirakan dibuat tahun 200-an.

Ciamis pada masa sekarang terkenal dengan seni tontonan “adu anjing dan babi hutan”, sedangkan desa Parigi tempat tinggal sesepuh silat pemahar tombak ini dikenal sebagai tempatnya orang-orang berilmu.

Selain itu di Ciamis terkenal kesenian Ronggeng yang dalam legendanya merupakan tarian penyamaran Dewi Siti Semboja dari trah Kraton Galuh Pakuan Padjajaran yang ingin membalas dendam karena kekasihnya, Raden Anggalarang dibunuh perampok.

Ia dan para pengiringnya menyamar menjadi Peronggeng dan Penabuh Gamelan kemudian berkeliling ke seluruh wilayah kerajaan hingga ke pelosok-pelosok pegunungan untuk mencari pembunuh kekasihnya itu.

Legenda kesenian Ronggeng di Ciamis yang disebut Ronggeng Gunung dihubungkan dengan ditemukannya bukti arkeologis (1977) berupa reruntuhan candi di Kampung Sukawening, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kalangan arkeolog menyebutnya Candi Pamarican, namun masyarakat setempat menyebutnya Candi Ronggeng. Di area candi ditemukan Arca Nandi dan batu Kenong berbentuk Gong Kecil yang pada hari-hari tertentu sering terdengar suara gamelan pengiring pertunjukan Ronggeng.


http://www.youtube.com/watch?v=yC1FmhiTzKE
Link Youtube

Suara gamelan Ronggeng itu nyata adanya.... sayup-sayup masih bisa didengar.

Sering pula menyelinap dalam kesyahduannya dan bergoyang membayangi penelusuran jejak tombak Dwisula Padma, yang selalu tenteram dalam ketenangan bunga padma.


Tombak Dwisula Padma dari desa Parigi, Ciamis - Jawa Barat.

Salam,
Kanjeng NgGung Toni Junus.
Category : Album | Posted By : administrator

 
1 2 3 ...14 15 16 Next
Jan 2016 February 2016 Mar 2016
S M T W T F S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29      
Categories
Album[48]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[13]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
MENGENANG SANG DEKORATOR - SOEGENG PRASETYO
KERIS BROJOGUNO
RUH si RONGGENG MENYELINAP ke dalam DWISULA PADMA...
KERIS DALAM REFLEKSI
KERIS di MUSEUM WAYANG
Silaturahmi dan pemutaran Film TAFSIR KERIS
KERIS di MONUMEN NASIONAL
KAJIAN KERIS DALAM RESUME...
JALAK SANGU TUMPENG, RESONANSI dan PATRAPNYA
LAWEYAN dan KERIS
Keris Sebagai Benda Investasi
KELUARNYA KERIS NAGASASRA-KIDANGMAS, ISYARAT UNTUK NEGARAWAN
Kris an Interpretation
MERIAHNYA HARI ULANG TAHUN SNKI VII
UNDANGAN HUT SEKRETARIAT NASIONAL KERIS INDONESIA
Archives
January 2013[5]
July 2011[2]
April 2011[7]
August 2010[9]
June 2010[9]
May 2010[11]
March 2010[10]
February 2010[9]
December 2009[6]
November 2009[12]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[92]
Search
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter