Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
02 Mar 2016   07:51:57 am
TEKA-TEKI MANGKUBUMEN DAN BROJOGUNO

Monumen tempat ditanamnya puser dan ari-ari Kanjeng Sosronagoro (patih ke IX Surakarta).


Kawruh Padhuwungan sangat terkekang oleh asumsi dan percaya buku-buku yang sebetulnya belum tentu tepat. Insan perkerisan perlu melakukan penelitian dan pencarian fakta-fakta yang dapat mendukung agar lebih scientific.

Garrett Solyom (penulis The World of Javanese Kris) pernah menantang saya untuk mencoba membuat kajian khusus tentang keris tangguh Paku Buwana (PB) atau terkhusus pada keris Brojoguno, dengan keyakinan sangat mungkin masih bisa dilacak karena belum terlalu lama (abad 19). Ditekankan pula menurut beliau dengan adanya tulisan di buku Ensiklopedia (Bambang Harsrinuksmo) tentang Brojoguno yang disebutkan adanya Borojoguno I, II dan III. Perlu dicari kebenarannya. Siapa empu Brojoguno itu? Sementara empu Korip maupun empu Tembarok di Delanggu - Kartasura tenggelam begitu saja.

Dalam literatur berjudul Sunan Sugih tulisan RM. Soemantri Soemosaputro diterbitkan oleh Paguyuban Dalem PB V/1985, Brojoguno adalah sebutan untuk Adipati Anom dari ayahnya Sinuhun PB IV saat Adipati Anom melahirkan karya sederhana, kokoh dan berwibawa yang kemudian diangkat sebagai pusaka Kadipaten dengan gelar Kanjeng Kyai Kaget, yang kemudian dikenal dengan bentuk keris Brojoguno.


Keris yang sangat menginspirasi pemilik lamanya Herman Tandijo terlepas apakah ini Brojoguno atau Brojokarya.
Sementara masukan lain ini karya empu Tembarok - Kartasura (wallahualam).



Banyak hal yang kemungkinan hanya dihubung-hubungkan dari adanya tulisan kuno atau pendapat sesepuh pendahulu kita lalu sudah dianggap betul.

Seperti pula contohnya tentang "Gajah Singo", sebagai penghargaan setelah Sultan Agung menyelesaikan pembrontakan Adipati Pragola II dari Pati, yang dihubungkan pula dengan Candra Sengkala (perhitungan tahun) kemudian seolah menjadi stigmatis bahwa keris Gajah Singo adalah murni munculnya (adanya) di jaman Sultan Agung, padahal Gajah-Singo bahkan Boyo-boyo, Singo-Nandi, Peksi-peksi dan lain-lainnya sudah ada dari dulu sebagai simbol-simbol hinduistik....

Ada diantara pertanyaan-pertanyaan yang perlu jawaban pula adalah tentang pembuatan keris di Mangkubumen yang situsnya masih ada, sebetulnya justru berkaitan dengan Susuhunan Ngabehi (Sinuwun Sugih) yakni Paku Buwana V (1820 1823) atau sebelumnya dikenal dengan Adipati Anom, sudah pernah saya tuliskan di buku Tafsir Keris. Nama besalen Mangkubumen adalah karena berada di wilayah yang dikenal adanya Candi yang dibangun oleh keraton Kasunanan Surakarta 1840, yakni monumen tempat ditanamnya 'puser dan ari-ari' dari Kanjeng Sosronagoro (patih ke IX Kraton Surakarta). Lalu siapa yang menyebut tangguh Mangkubumen? Apakah saat pembuatannya memang sudah di-ikrarkan nama besalen tersebut? Atau kata tangguh Mangkubumen muncul setelah para sesepuh keris menelaah gaya yang memang punya kekhususan dan korelasi adanya situs di wilayah Mangkubumen....?


Keris yang disebut keris Mangkubumen karya empu Tirta Dongsa.


Keris yang disebut keris Mangkubumen karya empu Tirta Dongsa.


Oleh karena rentang waktu antara pemerintahan Sinuhun PB V (1820 - 1823) dengan candi Mangkubumen (1840), berbeda jauh (beda 15 tahunan).... Kemungkinan tangguh Mangkubumen adalah penyebutan oleh para sesepuh sesudah masa permertintahan PB V atau sesepuh perkerisan masa kini (1960-an) dimana keris mulai disosialisasikan oleh KGP. Hadiwidjojo....kemudian oleh Panembahan Hardjonegoro (Go Tik Swan).


Karakter karya empu Tirta Dongsa.


Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar perkerisan Indonesia tidak terposisikan pada legenda dan kisah-kisah...

Salam Budaya.
Pebruari 2016
Category : Album | By : administrator

21 Feb 2016   05:35:28 pm
Kyai Guntur Geni dan Keris Brojoguno




Ditempat inilah tiga abad yang lalu segala kebijakan, politik. perekonomian.... sosial kemasyarakatan di tanah Jawa di tentukan.

Tempat ini bekas karaton Kartasura yang dibangun oleh Sn. Amangkurat II....pindahan dari karaton Pelered.

Pada masa pemerintahan Paku Buwana II ditempat inilah telah terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh orang Cina (GEGER PACINAN) dan sampai saat ini masih tampak bekas tembok benteng yang di jebol oleh para pemberontak (untuk para peneliti dan penggemar tosan aji)...... Ditempat inilah meriam Kyai Guntur Geni pecah untuk menembaki para pemberontak.

Dan pada waktu karaton pindah ke Sala besi-besi pecahan meriam itupun dibawa, yaitu di jaman pemerintahan Paku Buwana IV oleh Adipati Anom, besi meriam itu dipakai sebagai bahan untuk membuat keris yang kemudian di kenal dengan KERIS BROJOGUNO.




Tembok benteng ini yang dijebol pemberontak.


disadur dari facebook Bambang Probo, 21 Pebruari 2016, jam 10.20
Category : Album | By : administrator

11 Feb 2016   01:16:57 pm
KERIS TANGGUH KAJORAN....
Tangguh - The Javanese system of blade classification which uses stylistic and material characteristics to place a blade in a historical or geographic context.


Foto: Bambang Kapdono

Jika kita mendefinisikan tangguh, kita akan menjumpai pula interpretasi seni tangguh yang ditangkap oleh orang Barat. Seni tangguh atau menentukan era/jaman pembuatan, agaknya memang tidak hanya meliputi pengamatan (niteni) pada gaya, cengkok, rincikan, sogokan dan posisi rincikan, bentuk rincikan, condong leleh, bentuk keris, bahkan bahan besi dan pamornya.

Setiap tangguh keris memang selalu senada dengan keris-keris dari masing-masing kerajaannya (menjadi penentu era/jaman), tetapi rupanya seni tangguh juga merupakan trade-mark dari sebuah karya (yasan) dari suatu wangsa atau dinasti atau keluarga besar yang berpengaruh pada waktu itu.....

Misalnya ada tangguh Koripan karena ada sebuah dinasti (jaman Kartasura) yang mengangkat empu Jirak untuk membuat senjata disana. Kemudian juga perkerisan di Jawa mengenal istilah Tamanan, Riyokusuman (Jogya), Mangkubumen (Surakarta) dll. Jadi seni tangguh untuk periodisasi keris sepuh memang sangat kompleks dan bisa menjadi kesenangan tersendiri....

Lalu karena ada yang menggelitik saya tentang keris Kajoran (melanjutkan diskusi di Facebook - Bambang Kapdono), maka saya mencoba mencari jawaban, namun memang hanya kawruh tutur yang saya temukan (boleh dipercaya atau tidak) ... karena keris tangguh Kajoran memang tidak ada referensi atau notasi yang benar-benar menjelaskan ansich berkait pada kerisnya.....

Menurut KPH. Poerwohadi Soemodiningrat, .....di daerah Wedi - Klaten letaknya di Ds. Kajoran ada Makam Panembahan Romo disitulah peristirahatan Panembahan Agung dan Panembahan Romo yakni Panembahan Kajoran yang memiliki panggilan Rama (guru Islam Kejawen).

Pangeran atau Panembahan Kajoran ini merupakan putra dari Panembahan Agung yang memiliki silsilah dari Sunan Bayat yang disegani oleh raja dan bangsawan di Keraton Demak, Pajang, dan Mataram Islam. Lingkup keluarga ini menjadi wangsa yang kuat dan terpandang.

Panembahan Kajoran memelihara seorang empu (narasumber saya lupa, nanti menyusul) yang membuat senjata untuk perlengkapan Trunodjojo (Panembahan Maduretno).....

Dilingkungan wilayah dekat makam ini ada Sendang yang keramat, dahulu kala setiap pemuda yang ingin sakti, melakukan kungkum dan ritual selama 40 hari, dipastikan jadi kebal senjata.... dan ini bisa dibuktikan sampai sekarang. Sendang ini pula konon jaman dahulu dipergunakan untuk ritual nyepuh keris....

Siapa Trunodjojo?

Trunodjojo merupakan menantu Panembahan Kajoran..... Trunojoyo adalah seorang bangsawan Madura yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram.

Bagaimana dengan keris tangguh Kajoran?

Keris Kajoran menurut KPH. Poerwohadi Soemodiningrat, biasanya Corok (kebalikan asumsi saya pendek, karena seingat saya dulu ada yang menyatakan seperti Majapahit), tetapi memang posisi Sekarkacang, jalen lambe gajah seperti sorsoran keris Majapahit. Besinya dan uletan pamornya mirip tangguh Pajang, kemungkinan karena bahan pasirnya bersumber berdekatan dengan pasir besi untuk keris Pajang.....

Nah kalau dikaitkan dengan keris tangguh Kajoran yang dimaksud, rupanya foto keris diatas mendekati keris tangguh Kajoran.

Nah.... monggo, jika ingin diperdalam lagi...perlu survey atau ingin ritual di Makam Kajoran dan mandi di Sendangnya....hehehe...

Saya siap mengantar bersama KPH Poerwohadi Soemodiningrat....

Salam Budaya.

Sumber :
Tutur lisan KPH. Poerwohadi Soemodiningrat dan tulisan di website yang mengambil dari beberapa naskah....
Kitab Kuno Pangeran Kajoran 1677, Ranji Silsilah Pangeran Kajoran 1677, Serat Tjandrakanta karya Ngabehi Tjandrapradanta pujangga kraton solo 1926.
Category : Album | By : administrator

 
1 2 3 ...30 31 32 Next
Aug 2016 September 2016 Oct 2016
S M T W T F S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  
Categories
Album[51]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[13]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
TEKA-TEKI MANGKUBUMEN DAN BROJOGUNO
Kyai Guntur Geni dan Keris Brojoguno
KERIS TANGGUH KAJORAN....
MENGENANG SANG DEKORATOR - SOEGENG PRASETYO
KERIS BROJOGUNO
RUH si RONGGENG MENYELINAP ke dalam DWISULA PADMA...
KERIS DALAM REFLEKSI
KERIS di MUSEUM WAYANG
Silaturahmi dan pemutaran Film TAFSIR KERIS
KERIS di MONUMEN NASIONAL
KAJIAN KERIS DALAM RESUME...
JALAK SANGU TUMPENG, RESONANSI dan PATRAPNYA
LAWEYAN dan KERIS
Keris Sebagai Benda Investasi
KELUARNYA KERIS NAGASASRA-KIDANGMAS, ISYARAT UNTUK NEGARAWAN
Archives
January 2013[5]
July 2011[2]
April 2011[7]
August 2010[9]
June 2010[9]
May 2010[11]
March 2010[11]
February 2010[11]
December 2009[6]
November 2009[12]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[95]
Search
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter